Destinasi History

Telusur Perjuangan Pangeran Diponegoro di Gua Selarong

sumber : internet

BANTUL - Gua Selarong di Desa Guwosari, Kec Pajangan, Kabupaten Bantul, menjadi saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro pada masa perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Gua yang berada di bawah bukit batu besar di Dusun Selarong itu kini ramai dikunjungi wisatawan. 

Selain melihat bekas tempat tinggal Pangeran Diponegoro yang disebut Gua Kakung dan tempat tinggal selir setianya, Raden Ayu Ratnaningsih di sebelah timur, yang disebut Gua Putri, para wisatawan bisa menikmati sejuknya udara Gua Selarong yang berada di bawah rimbunan pohon.

"Setiap hari ramai pengunjung, terutama pada hari Minggu dan hari-hari libur nasional. Namun, kalau hari-hari biasa seperti ini tidak terlalu ramai," kata Mbah Udi Utomo, salah satu warga Dusun Selarong yang sejak zaman penjajahan berjualan buah-buahan di pelataran Gua Selarong saat ditemui Tugu Jogja, Ahad (20/5/2018).

Dengan membayar retribusi tiket tanda masuk Rp 6 ribu per orang, termasuk asuransi jasa raharja, dan jasa parkir mobil Rp 5 ribu yang dikelola warga Kembang Putihan, Dusun Selarong, Desa Guwosari, pengunjung bisa melihat dua gua sebagai saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro tersebut.

Dengan melewati puluhan anak tangga menuju gua, wisatawan merasakan sejuknya udara Gua Selarong. Ketika sampai di pelataran depan gua, wisatawan harus berhati-hati karena kondisi lantai semen yang licin serta retaknya sejumlah lantai yang dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa longsor. 

Bahkan di sisi timur gua, terdapat longsoran besar yang memutuskan jalan setapak yang menanjak menuju puncak bukit batu Gua Selarong.

"Itu longsoran sudah lama terjadi saat musim hujan namun sampai sekarang belum diperbaiki," kata seorang warga yang tak bersedia disebutkan namanya.

Di kaki bukit terdapat taman bermain, seperti ayunan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa untuk melepas lelah setelah menapaki puluhan anak tangga. Di sisi barat taman bermain terdapat sungai dengan aliran air yang kurang lancar karena mulai mengering. 

"Suasananya bagus dan udaranya sejuk," komentar Ratnawati, salah seorang wisatawan.

Di papan kayu yang dipasang di antara Gua Kakung dan Gua Putri tertulis secara singkat sejarah keberadaan Gua Selarong. Di situ tertulis bahwa gua tersebut dijadikan sebagai tempat bagi Pangeran Diponegoro dalam menyusun strategi perang gerilya.  Sejak kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo diserang dan dibakar oleh Belanda, ia pun melakukan pelarian. Ia pergi ke arah barat sampai ke daerah Kulonprogo. 

Perjalanan Pangeran Diponegoro tidak berhenti sampai di Kulonprogo. Ia terus bergerak ke selatan hingga menemukan Gua Selarong tersebut. Perang yang terjadi antara Pangeran Diponegoro dan Belanda itu dikenal dengan Perang Jawa yang berlangsung selama lima tahun. 

Perang terjadi pada tahun 1825-1830 yang berakhir dengan ditangkapnya Pangeran Diponegoro oleh Belanda. Hal ini terjadi karena perundingan hasil tipu muslihat Belanda yang menyebabkan diasingkannya Pangeran Diponegoro ke Makassar hingga wafat.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...