News

Karena Soal Bahasa Inggris, Pelajar di Jerman Bikin Petisi Protes

Ilustrasi. (sumber;internet)

BERLIN - Rupanya kesulitan mengerjakan soal Ujian Nasional tak hanya dialami oleh pelajar di Indonesia, tapi juga di Jerman. Bedanya jika pelajar di Indonesia curhat sulitnya soal itu di media sosial, pelajar di Jerman mengeluh dengan cara membuat petisi. 

Dilansir BBC, Ahad (6/5/2018), para pelajar di Jerman ini harus bergulat dengan Patung Liberty dan isu tentang Brexit di ujian bahasa Inggris mereka. Akibatnya, lebih dari 30 ribu pelajar Jerman menandatangani petisi online ini. 

Dalam peryantaan tertulis itu mereka mengatakan bahwa mereka harus menganalisa hal yang "tidak adil"- penuh dengan literasi yang tinggi dan kosa kata yang ketinggalan zaman.

Baden-Württemberg pejabat daerah terkait, membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan soal bahasa Inggris itu "layak" dan membela petugas penguji.  Soal bahasa Inggris yang dipermasalahkan ini merupakan ujian Abitur, semacam ujian akhir nasional bagi siswa SMA di negara Jerman, Lithuania, dan Estonia. 

Salah satu tugas adalah menguraikan dua karun yang kontras tentang Brexit, berjudul 'Proyek Fantasi' dan 'Realitanya'. Tentunya, itu membutuhkan sejumlah pengetahuan terkini, selain pemahaman bahasa Inggris. 

Tapi tidak terbantahkan jika remaja di Jerman seharusnya memperhatikan pintu keluar Inggris dari negara Uni Eropa. Paling tidak mereka tidak diminta untuk menguraikan Kebijakan Pertanian Umum. Total ada sekitar 31 ribu pelajar yang mengikuti ujian tertulis itu. Namun petisi online itu telah mendapatkan lebih dari 35 ribu tanda tangan.

Mereka bertanya ke otoritas pendidikan setempat untuk mengadaptasikan sistem pemberian nilai berdasarkan tingkat kesulitan yang dinilai 'tidak adil' dengan lebih banyak memberikan contoh soal. Tahun ini Abitur 'tidak bisa dibandingkan dengan ujian-ujian tahun sebelumnya' kata argumentasi mereka.

Salah satu siswa harus bergulat dengan deskripsi yang menantang tentang Patung Liberty: "Melawan langit yang bercahaya, kilau lingkarannya adalah duri bagi kegelapan yang menggelayut di udara; bayangan obor yang dibawanya mengantarkan salib hitam menuju cahaya yang sempurna," tulisnya.

Petisi itu juga mengkomplain tentang teks novel tahun 1934 karya Henry Roth yang berjudul 'Call It Sleep' dengan bahasa Inggris kuno dan soalnya sendiri tidak dijelaskan detail.

Soal ujian Abitur dibuat dan diedarkan oleh Kementerian Pendidikan Baden-Württemberg. Abitur ini merupakan ujian nasional di Jerman yang sepadan dengan Inggris A-level atau Prancis Baccalaureate. 

"Saya berkeyakinan penuh bahwa para guru akan mempertimbangkan penilaian mereka ketika memberi nilai dan bertanggung jawab," jelas Menteri Kebudayaan setempat, Susanne Eisenmann.

Salah satu linguis terkenal setempat, Bernd Saur mengatakan,"Saya menyarankan para pelajar untuk menunggu hasil (ujiannya)- tidak akan ada yang mendapatkan pukulan keras," katanya. 

Keributan akibat ujian bahasa Inggris juga terjadi pada tahun lalu di negara bagian barat Jerman di North Rhine-Westphalia. Saat itu soal ujian kemudian direvisi setelah muncul petisi online. 

Para murid mengeluhkan bahwa soal bahasa Inggris itu menggunakan rekaman suara Pangeran Harry yang terdengar seperti "bergumam" dalam pidatonya.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...