Ekonomi

Harga Karet di Bengkalis Merosot, Petani Mengeluh

Ilustrasi Karet. (sumber;internet)

BENGKALIS  - Harga karet di pulau Bengkalis mulai merosot. Dibanding sebelum lebaran, harga karet saat ini jauh turunnya, hanya Rp6.000 per kilogram. Didik, salah seorang petani karet asal Tambak Rejo, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, mengungkapkan bahwa sebelum lebaran harga karet per kilo Rp7.000, kini terus merosot jadi Rp6.000. Kondisi ini membuat perekonomian keluarganya juga semakin lemah.

"Harga kemarin saja masih terasa susah, ini turun lagi, tentu makin susah," ungkapnya, Kamis (5/7/2018).

Menurut Didik, untuk menjual karetnya ia perlu waktu sampai tiga hari menoreh karet. Setelah tiga hari baru memanen dan menjual karetnya kepada pengumpul. Biasanya kalau cuaca bagus ia maksimal mendapatkan 60 kilogram karet. Sekali panen kalau bisa mendapatkan hasil maksimal ia baru mendapatkan hasil sekitar Rp360 ribu rupiah.

"Kalau cuaca hujan, kadang tidak sampai segitu hasil kita menoreh karet. Malahan pernah dalam tiga hari itu hanya dapat sekitar 30 kilogram saja," jelasnya.

Kalau sudah begini uang yang di dapat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. "Belum lagi kebutuhan anak yang masih kecil, untuk membeli susunya saja sudah tidak cukup," terangnya.

Hal yang sama juga diungkap Sri petani karet lainnya, menurut dia sejak lebaran ini memang kondisi semakin sulit. Selain harga karet yang turun, kondisi cuaca juga membuat penghasilannya dalam menoreh karet turun.

"Harga sudah turun, kondisi cuaca juga tidak jelas, kadang hujan kadang panas. Dalam tiga hari saja menoreh karet kami hanya bisa ngumpulkan uang kurang dari dua ratus ribu rupiah," kata dia.

Kondisi ini membuatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan hanya menoreh karet saja.

"Yang menjadikan kita semakin sulit harga bahan pokok juga sekarang ikut naik. Kayak harga telur, kini satu papan bisa sampai Rp39.000, dulu cuma sekitar Rp30.000," terangnya.

Ia mengaku masih bertahan menjadi petani karet karena meskipun tidak lagi mencukupi kebutuhan, namun karet masih tetap laku dijual. "Kita masih berharap harga karet ini bisa mengalami kenaikan jangan sampai turun lagi. Setidaknya sekarang yang buat kita masih menoreh karet karena walaupun murah karet ini masih laku dijual," tutup Sri.




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...