Pemilu Serentak 2019

Formappi Keluhkan Aksesibilitas Data di Situs KPU

Ilustrasi: internet

JAKARTA -- Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengkritisi situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, tak hanya sering susah diakses, ketersediaan data di situs tersebut juga tidak optimal.

"Sebagai peneliti, ketersediaan data yang tidak standard akan menyulitkan penilaian atau pembuatan analisis," kata Lucius kepada IDNJurnal.com, Rabu (10/10/2018).

Karenanya, kata Lucius, tujuan Formappi untuk membuat peta jalan menuju DPR baru melalui hasil Pemilu 2019 hampir pasti tak tercapai, "Karena ketersediaan data pun bervariasi dari setiap calon legislatif,".

"Kerja riset kepemiluan kan mengandalkan situs KPU sebagai satu-satunya sumber informasi paling sahih," Ia menambahkan.

Kondisi ini, lanjut Lucius, berbeda dengan perhelatan Pemilu 2014 lalu. Menurut Lucius, performa situs KPU saat penyelenggaraan Pemilu 2014 lalu, 180° lebih baik.

Pantauan IDNJurnal.com pada Rabu (10/10/2018) dini hari, situs KPU dengan alamat kpu.go.id memang sempat tak bisa diakses. Pada siang harinya, situs tersebut sudah mulai bisa diakses tapi banner kanal terkait DCT yang sebelumnya terpampang di muka kini tak ada lagi. Sementara situs infopemilu.kpu.go.id, disebut Lucius lambat saat diakses.

Keterbukaan Informasi Latar Belakang Caleg

Kerja riset kepemiluan tak hanya terganggu oleh performa situs KPU yang seharusnya menjadi sumber data sahih, tapi juga itikad baik dari para calon dalam mempublikasikan data diri yang lengkap, disebut Lucius menjadi masalah serius untuk Pemilu 2019 mendatang.

"Informasi mengenai profil itu sudah seharusnya tersedia bagi pemilih karena pada dasarnya profil inilah yang menjadi rujukan bagi pemilih dalam memberikan keputusan di bilik suara," kata Lucius.

Lucius mengatakan, menjadi aneh ketika ada caleg yang malah mendeklarasikan ketidaksediaan profilnya untuk dipublikasikan melalui situs KPU.

"Bagaimana orang dengan modal tertutup seperti ini pada saatnya mengharapkan terpilih sebagai anggota legislatif?" ujar Lucius.

"Bagaimana pula mental tertutup seperti ini bisa disebut sebagai modal positif untuk parlemen baru yang moderen?" tukasnya menambahkan.

Hal ini, disebut Lucius juga menjadi tanggung jawab Parpol pengusung Caleg-caleg tersebut. Data sementara, Caleg DPR RI asal partai Demokrat didapati sebagai yang paling banyak tidak mempublikasikan profil diri yang cukup.

"Jelas sulit untuk dikatakan sebagai sekedar keinginan Calegnya semata. Ini pasti ada kaitannya dengan kebijakan partai karena melalui partailah Caleg-caleg ini mendaftarkan diri kepada KPU," kata Lucius.

Kondisi ini, dipandang Lucius sebagai sebuah kemunduran dalam kepemiluan di negara demokrasi yang tak hanya menggangu kinerja peneliti dan merugikan pemilih, tapi juga bisa menjadi bumerang bagi parpol terkait.

"Karena secara kalkulatif, sikap partai seperti ini juga merupakan modal buruk untuk bisa meraih kemenangan," tutup Lucius.




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...