Life

Ini 17 Kandidat Vaksin Corona Potensial yang Memasuki Uji Klinis oleh WHO

Ilustrasi.(sumber;internet)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia pada Senin (29/6/2020) merilis dokumen mengenai kandidat vaksin yang virus Corona dikembangkan oleh sejumlah negara. Terdapat 17 vaksin COVID-19 potensial yang telah memasuki uji klinis dan 132 kandidat vaksin lainnya dalam evaluasi praklinis.

"Pencantuman produk atau entitas tertentu dalam dokumen ini bukan merupakan, atau tidak ditafsirkan sebagai pengesahan oleh WHO atas produk (untuk bisnis atau kegiatan lainnya)," demikian dikutip dari laman tersebut.

Dalam daftar tersebut satu kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca telah memasuki tahap uji klinis fase 3.

Fase satu dan dua studi biasanya menguji apakah kandidat vaksin aman digunakan dan apakah partisipan menghasilkan respon imun yang diharapkan. Vaksin dinilai bisa digunakan jika telah selesai melakukan uji klinis fase 3.

Berikut daftar kandidat vaksin Corona yang sudah memasuki uji klinis:

  • Vaksin ChAdOx1-S yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneda
  • Vaksin Ad5-nCoV yang dikembangkan CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology
  • Vaksin LNP-encapsulated mRNA yang dikembangkan Moderna dan NIAID
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Sinovac
  • Vaksin rekombinan SARS-COV-2 dan partikel nano yang dikembangkan Novavax
  • Vaksin 3 LNP-mRNAs yang dikembangkan BioNTech, Fosun Pharm dan Pfizer
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Institut Biologi Medis, Akademi China
  • Vaksin DNA SARS-CoV-2 yang dikembangkan Inovio Pharmaceuticals
  • Vaksin DNA GX-19 yang dikembangkan Genexine Consortium
  • Vaksin Adeno-based yang dikembangkan Gamaleya Research Institute
  • Vaksin Protein Subunit yang dikembangkan oleh Clover Biopharmaceuticals Inc., Glaxosmithkline dan Dynavax
  • Vaksin RBD-Dimer yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, dan Insititut Mikrobiologi China
  • Vaksin LNP-nCoVsaRNA yang dikembangkan Imperial College London
  • Vaksin mRNA yang dikembangkan Curevac
  • Vaksin mRNA yang dikembangkan Akademi Militer Ilmu Pengetahuan China dan Walvax Biotech




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...