Ada Apa di Museum Sang Nila Utama?

Ketobong, Alat Musik Magis Talang Mamak

PEKANBARU - Masyarakat di pedalaman Indragiri Hulu, suku Talang Mamak memiliki berbagai perkakas sebagai produk tradisi. Alat-alat itu dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Tidak terkecuali alat musik yang mereka sebut sebagai "Ketobong".

Alat musik mirip gendang ini biasanya digunakan untuk keperluan magis seperti pengobatan atau mengusir binatang buas yang masuk ke dalam pemukiman masyarakat. Alat musik ini dimainkan saat upacara mengusir ruh jahat dan binatang buas dari kampung mereka oleh kumantan. Sehingga masyarakat terhindar dari semua marabahaya yang mengancam. 

"Alat musik tradisional ini juga dimainkan saat upacara pengobatan dan bulian," ujar Kadisbud Riau Yoserizal Zen.

Ketobong biasanya dimainkan oleh dua orang penabuh yang disebut bujang belian atau bujang nobat: seorang sebagai penyelalu menabuh dengan telapak tangan di kepalo (kepala-red) gondang dan seorang lagi sebagai peningkah menabuh dengan rotan di buntut (ekor) gondang. Ketobong sendiri terbuat dari batang kayu yang berbentuk bulat dan panjang dengan bagian atas lebih lebar dari bawah. Pada bagian atas dilobangi dan ditutup dengan kulit kambing yang dijalin dan diikat dengan rotan, sebagaimana gendang biasanya.

Gondang katobung ini biasanya terbuat dari kayu mobou, tungkal, compodak utan, losua, dan kayu gaharu. Diantara semua kayu itu yang sudah jarang dibuat ialah kayu gaharu. Karena sudah sangat sulit didapat. Selain bahan kayu, ada syarat-syarat tertentu untuk mengambil kayu. Mulanya dipilih kayu yang bagus, kemudian diasapi dengan gaharu setelah diasapi kemudian ditepung tawari dengan bahan-bahan seperti pohon andauso, sidingin (beras), setaweh, ati-ati yg sudah di mantrai.

Bunyi yang dihasilkan gondang kata hubung pada dasarnya terdiri dari tiga warna bunyi. Nama 3 jenis bunyi itu yakni: dang, dung, dan tak. Penyelalu untuk bunyi dang dari telapak tangan kanan dan bunyi dung dari telapak tangan kiri. Sedangkan peningkah untuk bunyi tak dan bunyi tung dengan rotan di tangan kanannya, sedang telapak tangan kirinya kadang-kadang menutup tepi gondang katobung sehingga kadang-kadang menimbulkan bunyi tek. Penyelalu juga kadang-kadang juga menimbulkan bunyi silabis yang lain dengan menepuk beberapa bagian permukaan membrane.(adv)

 




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...