News

Museum Sang Nila Utama Sapa Masyarakat

PEKANBARU - UPT Museum dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Riau senantiasa melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat. Melalui program Publikasi Museum di Media Cetak dan Elektronik (Penyebarluasan Informasi Koleksi), pihak pengelola 'tancap gas' untuk mengawali program itu ke Kabupaten Kuansing dan Rokan Hulu.

Sebagai pintu gerbang untuk memasuki Riau lebiih dalam, museum sendiri diakui belum mendapat tempat utama di masyarakat. Ia masih dianggap pelengkap dalam berbagai keperluan, terutama penelitian akademis seperti peneliti, dosen,  mahasiswa, juga pelajar. 

Untuk lebih memasyarakatkan museum pihak pengelola harus 'putar otak' dengan langsung turun sembari menyapa masyarakat pendukung kebudayaan Melayu. Kunjungan pertama, kali ini, tim museum menyapa masyarakat Kuansing pada 30 September hingga 2 Oktober 2020. Tujuannya agar masyarakat terkesan dan mengenal, apa dan untuk apa museum itu ada. 

Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen menjelaskan, Museum Sang Nila Utama memang belum dikenal secara luas. Keberadaannya belum dianggap sesuatu yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, perlu dilakukan percepatan untuk menyosialisasikannya ke masyarakat. Ditambah lagi, keperluan museum bermanfaat untuk penelitian sejarah dan kebudayaan.

"Kami kira, turun langsung dan menyapa masyarakat dengan pameran koleksi museum, pemutaran film dokumenter, dan sejenisnya cukup jitu. Terbukti semakin hari semakin banyak masyarakat yang datang ke lokasi acara," ujar Atok Yos, sapaan Yoserizal Zen.

Lebih jauh diungkapkannya, masyarakat tampak terkesan dan lebih aktif melihat dan bertanya pada petugas lapangan. Apalagi koleksi yang dipamerkan juga banyak di dapat dari masyarakat itu sendiri. Misal permainan rakyat seperti congkak, papan rimau, papan pari, ligu dan banyak lainnya terutama permainan rakyat masa lalu.

Ditambahkan Atok Yos, perhatian kita terhadap museum sebagai wadah edukasi kultural tentunya bukan justru ‘mematikan’ semangat untuk terus maju. Mengembangkan museum dengan kata lain apresiasi terhadap museum harus terus digalakkan. Proporsi yang dilakukan ibarat melakukan promosi. Makanya harus outreach jika itu memang kondisi yang diperlukan masyarakat sekarang. Hal ini karena perlu keaktifan terhadap kinerja untuk memahamkan museum sebagai wujud cinta pada aspek budaya bangsa.

Peran Media, Lembaga Pendidikan dan Media Massa dalam Peningkatan Apresiasi sebagai museum dialog tentang budaya atau kebudayaan terus mengalir di berbagai forum sampai saat ini. Kebudayaan diartikan sebagai semua hal yang terkait dengan budaya. Dalam konteksi tinjauan budaya dilihat dari tiga aspek, yaitu pertama, budaya yang universal yaitu berkaitan niliai-nilai universal yang berlaku di mana saja yang berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi.

Kedua, budaya nasional, yaitu nilai-nilai
yang berlaku dalam masyarakat Indonesia secara nasional. Ketiga, budaya lokal yang eksis dalam kehidupan masyarakat setempat. Ketiga aspek ini terkait erat dengan sistem pendidikan sebagai wahana dan proses pewarisan budaya.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...