Dunia

Mahathir : Kasus Pembunuhan Model Mongolia Dibuka Lagi

PM Malaysia Mahathir Muhammad.(sumber;internet)

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setuju penyelidikan kasus pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu seharusnya dibuka kembali. Mahathir dilaporkan mengatakan hal itu usai melakukan pertemuan dengan ayah dari Altantuya di Putrajaya.

"Dia setuju bahwa itu adalah kasus yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut," kata Ramkapal Singh, pengacara yang mewakili keluarga Altantuya sebagaimana dilansir The Star, Kamis (21/6/2018).

Mahathir bertemu dengan ayah Altantuya, Shaariibuu Setev dan Ramkapal di kantornya pada Rabu. Menurut Ramkapal, keduanya berbincang secara detail dalam pertemuan yang berlangsung selama sekira 30 menit.

“Meski begitu, perdana menteri juga bersikeras bahwa proses itu harus mengikuti aturan hukum, " kata Ramkarpal. "Kami setuju dengannya dan telah memulai proses hukum, yang dimulai dengan pertemuan dengan Jaksa Agung kemarin (19 Juni) . Kami yakin bahwa supremasi hukum akan mengambil jalannya."

Pertemuan itu juga dihadiri oleh penerjemah dan perwakilan dari konsulat Mongolia di Malaysia. Sebelumnya, Presiden Mongolia, Khaltmaagiin Battulga juga telah meminta Pemerintah Malaysia untuk membuka kembali penyelidikan kasus pembunuhan warga negaranya.

Pada Rabu, Ayah Altantuya telah mengajukan laporan di markas polisi Kuala Lumpur meminta dilakukannya penyelidikan yang baru.

Altantuya Shaariibuu dibunuh dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak militer di sebuah hutan di Shah Alam pada 2006.

Dua mantan anggota pasukan khusus kepolisian, Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri ditangkap dan divonis mati atas pembunuhan tersebut. Saat tuntutan hukuman mati sempat dibatalkan pada 2013, Sirul berhasil melarikan diri ke Australia sebelum Pengadilan Federal Malaysia menetapkan hukuman tetap dijatuhkan.

Pembunuhan Altantuya dikaitkan dengan skandal korupsi pembelian kapal selam Prancis yang diduga melibatkan perdana menteri saat itu, Najib Razak dan orang-orang dekatnya. Ramkapal yakin identitas orang-orang yang memerintahkan pembunuhan Altantuya dapat diketahui dari penyelidikan sebelumnya.

"Saya percaya penyelidikan sebelumnya telah mengidentifikasi orang itu, atau jika ada lebih dari satu orang, yang memerintahkan pembunuhan itu.

"Siapa pun yang memerintahkan pembunuhan ini harus dibawa ke pengadilan. Kejahatannya lebih berat daripada kejahatan yang dilakukan oleh mereka yang mengikuti perintah dan melakukan pembunuhan," ujar Ramkapal.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...