Health

Pria Ini Nekat Makan Cabai Terpedas di Dunia, Jadinya. . .

Cabe Carolina Reaper adalah cabe terpedas di dunia. (sumber;internet)

IDNJurnal - Seorang pria terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap cabai terpedas di dunia, Carolina Reaper. Dilaporkan dari The Daily Meal, Kamis (12/4/2018), kejadian ini berlangsung ketika pria berusia 34 tahun itu tengah mengikuti sebuah kontes makan di New York, Amerika Serikat.

Perlu diketahui bahwa Carolina Reapers sempat mendapatkan predikat cabai terpedas di dunia yang diberikan oleh Guinness Book of World Records pada 2013 lalu. Cabai ini bahkan sempat diadu oleh rival terberatnya yakni, Dragon's Breath Pepper, pada sebuah uji coba yang dilangsungkan September 2017.

Carolina Reapers keluar sebagai pemenang dalam uji coba tersebut, seperti yang telah dinyatakan para ahli bahwa sensasi rasa pedas yang dihasilkan oleh Carolina Reapers tidak dapat ditemui pada jenis cabai apapun.

Sementara itu, menurut laporan Fox News, pria yang nekat mengonsumsi cabai terpedas di dunia ini dikabarkan mengalami dehidrasi dan sakit kepala yang sangat parah. Ia pun segera dilarikan ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Pihak dokter kemudian memutuskan untuk melakukan pemindaian otak, dan mendapati bahwa beberapa arteri pada otaknya telah mengalami penyempitan. Secara rinci, pria itu didiagnosis mengalami gangguan sistem vasokonstriksi serebral reversibel (RCVS). Ini merupakan kondisi di mana seseorang akan mengalami nyeri yang hebat pada bagian kepala, yang sering disebut dengan istilah (thunderclap headache).

Sebelumnya, RCVS tidak pernah dikaitkan dengan konsumsi makanan pedas termasuk cabai. Tetapi, kandungan capcaisin pada cabai diklaim dapat mempengaruhi kinerja pembuluh darah di dalam tubuh manusia.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa pasien ini tengah mengalami RCVS sekunder setelah mengonsumsi Carolina Reaper," tutur Dr Kulothungan Gunasekaran dari Basset Medical Center pada laporan yang ia tulis untuk British Medical Journal.

Setelah mendapatkan peratawan intensif selama kurang lebih 5 minggu, pria itu akhirnya pulih dan ukuran arteri serebralnya pun kembali normal.

Kejadian serupa juga baru dialami oleh masyarakat Edinburgh di Skotlandia. Sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami muntah-muntah, perut mulas, sakit kepala, dan gejala lainnya. Kejadian tersebut berlangsung ketika mereka tengah mengikuti perlombaan makan pedas.

Seorang Profesor Holtikultura Paul Bosland dari New Mexico State University menegaskan bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan dalam mengonsumsi cabai berjumlah besar.

Jika dipaksakan, hal ini dapat berujung pada kematian, meski beberapa orang diklaim cukup kebal untuk mengonsumsi makanan tersebut.

"Sebuah studi yang dikeluarkan pada 1980 menghitung 1,3 kg cabai super pedas dalam bentuk bubuk dapat membunuh seseorang. Apalagi jika dimakan sekaligus," tukas Bosland.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...