Destinasi

Hanya 3 Jam, Pengunjung Boleh Berada di Taj Mahal

Taj Mahal India (sumber:internet)


NEW DelHI - Pengelola Taj Mahal India kini membatasi waktu kunjungannya. Setiap wisatawan atau turis hanya memiliki waktu 3 jam berada di ikon peradaban muslim di India ini. Apa alasannya?

Dilansir dari Stuff, Kamis (5/4/2018), kebijakan tersebut sudah berlaku Ahad (1/4/2018) silam. Dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif terhadap Taj Mahal. Sebagaimana diketahui, ada lebih dari 50 ribu orang mengunjungi Taj Mahal setiap hari. Dengan jumlah itu, dampak yang ditimbulkan terhadap Taj Mahal dinilai bersifat menghancurkan. Aktivitas manusia yang tinggi menyebabkan warna marmer pada bangunan memudar dan mengubah fasad krem menjadi kekuningan.

Selain itu, jumlah kunjungan yang besar dan daya tampung yang kecil mengancam kerusakan akibat pengawasan yang minim. Namun jika tetap ingin berlama-lama di Taj Mahal, pengunjung bisa dikenakan bayaran tambahan.  Arkeolog situs purbakala Bhuvan Vikram menjelaskan, langkah pembatasan dirancang untuk menurunkan tingkat kepadatan dalam Taj Mahal. 
"Sekaligus mencegah wisatawan untuk terlalu lama berkunjung dan mengatur kerumunan orang di dalam maupun sekitar gerbang," tuturnya.

Untuk saat ini, wisatawan asing harus membayar 1.000 rupee untuk masuk Taj Mahal. Sementara warga negara South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) seperti Afghanistan dan Sri Lanka membayar 530 rupee.

The Times of India melaporkan, tiap tiket akan diberi tanda yang menunjukkan waktu masuk dan waktu keluar wisatawan. Kemungkinan, tiket tersebut akan diperiksa secara manual oleh staf di pintu keluar.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...