Warganet

Warga Heboh, Beredar Foto Dua Pria dengan Tumpukan Uang Diduga Terkait Pilkada Siak

sumber;internet

SIAK - Masyarakat Kabupaten Siak dihebohkan dengan beredarnya foto dua orang pria bersama dengan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, beserta baju kaos dan memegang foto salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Foto tersebut beredar di media sosial Jumat (4/12/2020).

Pantauan media, terlihat foto tersebut disebar dan diteruskan ke berbagai grup-grup whatsapp. Namun belum diketahui asal mula foto tersebut dari mana.

Dalam foto tampak dua lelaki dewasa sedang memegang bungkusan kain merah muda bergambar Paslon nomor urut 1, Sayed Abubakar Assegaf-Reni Nurita yang berjargon SADAR.

Terkait masalah tersebut Ketua Bawaslu Siak A. Royani melalui Komisoner Bawaslu kabupaten Siak Ahmad Dari mengatakan, bahwa Bawaslu saat ini sedang melakukan penelusuran dan pemanggilan terhadap kedua orang yang berada di dalam foto tersebut.

"Karena kejadian di Kecamatan Bungaraya, maka saat ini bawahan kami sedang melakukan penelusuran terkait foto tersebut. Selain itu juga memanggil kedua orang yang yang ada di dalam foto," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, hingga kini belum ada, laporan dari bawahannya terkait pemanggilan yang bersangkutan.

"Kebetulan saya juga lagi di rumah sakit, jadi saya juga belum dapat informasi hasil dari klarifikasi keduanya. Apakah uang itu benar digunakan untuk kegiatan politik uang atau tidak," ungkapnya.

Namun, apabila hal tersebut benar, sebut Dardiri, pelaku bisa dikenakan hukum pidana mengenai politik uang dalam pasal 187A ayat (1). Tidak hanya pelaku, penerima politik uang bahkan bisa terseret hukum pidana itu.

"Pasti calon yang melakukan praktik money politic itu langsung didiskualifikasi. Namun tentunya kita terlebih dahulu mencari kebenaran terkait foto tersebut, dan juga menelusurinya di lapangan dan juga dari keterangan kedua pelaku," ungkapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Calon Bupati Siak Sayed Abubakar Assegaf membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan fitnah keji yang sengaja dilontarkan lawan politiknya untuk menjatuhkannya.

"Itu fitnah yang keji, semoga Allah selalu bersama hambanya yang dizolimi," ungkapnya.

Ia juga berpesan untuk tim pemenangannya agar tetap melakukan politik santun dan jangan melawan fitnah dengan fitnah.

Dijelaskannya, siapa yang memberi dan menerima juga tidak ada, sehingga menurutnya hal itu tidak bisa dikaitkan dengan politik uang.

"Siapa yang memberi dan menerima kan tidak ada, apalagi pemilihan masih 9 Desember. Jadi jangan kaitkan dengan serangan fajar," pungkasnya.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...