News

Kematian di Riau Tinggi Akibat Covid19, dr Indra Yovi: Rata-rata yang Meninggal Belum Divaksin

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi

PEKANBARU - Kasus terkonfirmasi Covid-19 dan angka kematian pasien Covid-19 di Provinsi Riau masih tinggi. Seperti hari ini kasus Covid-19 di Riau terdapat penambahan 1.626 kasus baru, sehingga total kasus di Bumi Lancang Kuning menjadi 97.187 orang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh di Riau mengalami penurunan, seperti hari ini hanya terdapat 373 pasien yang sembuh. Dengan begitu total ada 81.151 pasien yang sembuh sejak pandemi Covid-19 melanda Riau.

Sementara untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia di Riau mengalami peningkatan. Dimana hari ini terdapat 43 pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona. 

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi mengatakan, tingginya kasus kematian di Riau akibat banyaknya jumlah kasus baru. 

"Kasus kematian kita banyak, ini karena  pasien yang datang ke rumah sakit kasusnya banyak berat. Jadi datang ke rumah sakit itu kondisinya sudah berat," kata Indra Yovi, Sabtu (31/7/2021). 

Yovi mengatakan, pasien yang meninggal dunia akibar Covid-19 di Riau rata-rata orang tua yang umurnya di atas 50 tahun keatas. 

"Dan rata-rata yang meninggal belum belum divaksin. Jadi pentingnya vaksin itu meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terkena Covid-19 yang berat. Kalau sudah divaksin jika kena Covid-19 kondisinya yang ringan dan sedang saja," ungkapnya. 

"Kalau sekarang kasus kematian di atas 40 orang, maka dalam satu jam hampir satu atau dua orang meninggal. Sebulan lalu saya bilang setiap tiga jam ada satu pasien meninggal. Sekarang menurun, setiap satu jam ada satu sampai dua pasien meninggal," sambungnya. 

Masih kata Indra Yovi, tingginya angka kematian juga disebabkan tingginya jumlah kasus. Sedangkan tingginya kasus akibat menurunnya disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau semakin banyak jumlah positif pasti banyak pasien meninggal. Itu rumusan pasti. Kalau mau menurunkan angka kematian ya harus diturunkan angka hariannya dengan cara meningkatkan protokol kesehatan. Bukan testingnya yang dikurang, itu tak boleh. Sekarang testing kita sudah melebihi standar WHO, bisa 4.000 lebih sampel perhari, kemarin ada sampai 5.000 sampel. Kalau secara rillnya bisa 5.000 sampel perhari jika digabung dengan rapid antigen," tuturnya.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...