Akuakultur Mengabdi

Dosen Prodi Akuakultur UTU lakukan PBR di Gampong Parom Nagan Raya

ACEH - Pada tanggal 9-10 Oktober 2022, bertempat di Gampong Parom Kabupaten Nagan Raya, Dosen Prodi Akuakultur (Budidaya Perairan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (UTU) telah melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi unit perbenihan ikan/BBI/breeder ikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Berbasis Riset (PBR) yang harus dilakukan oleh dosen kepada berbagai stakeholder/mitra yang telah sepakat untuk diselesaikan satu problem utamanya.

 

Salah satu problem utama dalam segmen perbenihan ikan lele/catfish adalah ketersediaan pakan alami jenis tubifex. Tubifex sendiri adalah pakan alami yang lazim diberikan kepada larva-post larva ikan lele, pakan jenis ini sudah terbukti berdampak sangat signifikan terhadap performa pertumbuhan larva-benih ikan lele didalam wadah budidaya.

 

Namun dibalik itu semua, mayoritas unit perbenihan ikan/breeder ikan di Nagan Raya mengalami masalah dalam mendapatkan pakan jenis tubifex tersebut, yang mana secara kuantitas, unit perbenihan tersebut harus mendatangkan/import lokal tubifex dari kota Medan (Sumatera Utara). Selain akan berdampak kepada harga benih lele siap jual yang cukup mahal sebagai akibat dari cost produksinya yang juga tinggi, dampak lainnya adalah produk benih lele lokal kurang kompetitif/kalah bersaing dengan produk luar. Sebagai informasi, pakan jenis tubifex yang “diimport” dari Sumut dibanderol dengan harga Rp.100.000/kg dalam kondisi basah dan hidup, hasil tangkapan dari alam, crude protein ±45%.

 

Berangkat dari problem utama tersebutlah, dosen Prodi Akuakultur FPIK UTU (Afrizal Hendri, MSi/ketua pelaksana; Sufal Diansyah, MSi/anggota pelaksana, dibantu oleh mahasiswa Akuakultur), memberikan solusi IPTEK berupa Introduksi Pakan Buatan Tubifex Instan/fexTan.

 

Tubifex instan adalah salah satu jenis pakan buatan yang didesain menyerupai/mimic yang secara fisik (warna, bentuk) seperti tubifex asli. Hanya saja pakan fexTan ini mudah diproduksi, bahan baku di Aceh sangat tersedia, dan harga per kg yang masih terjangkau/masuk secara hitungan ekonomi serta menggunakan peralatan yang sederhana. Adapun kegiatan PBR ini dilaksanakan melalui dua metode yaitu ceramah dan diskusi serta demonstrasi dilokasi mitra. Ceramah/diskusi diberikan diawal kegiatan, ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan penyamaan persepsi terhadap fexTan.

 

Sedangkan dihari kedua, demonstrasi diberikan untuk melatih keterampilan mitra dalam memproduksi fexTan, penggunaan/pemakaian hingga penyimpanan di freezer. Sebagai informasi bahwa fexTan ini diproduksi dari bahan baku utama ikan baby tuna (Thunnus sp) atau dikenal dengan sebutan ikan sisik (local name), harga per kg Rp.50.000, crude protein ±30%.

 

Baby ikan tuna yang telah mengalami tahapan/proses tertentu, yang selanjutnya dicetak berdasarkan meshsize yang diinginkan dan masukkan kedalam cup plastik sebagai wadah packing dan untuk penggunaan selanjutnya bisa disimpan dalam freezer.

 

Pada akhir kegiatan, segmen testimoni, mitra PBR yang diwakili oleh pak Hartadi selaku kepada UPTD BBI parom memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang telah diberikan oleh dosen UTU sehingga bermanfaat dalam meningkatkan produksi, produktivitas dan nilai jual benih lele di pasaran. Pada kesempatan ini tim pelaksana PBR juga menghaturkan terimakasih kepada LPPM UTU atas sponsorship yang telah diberikan, salam inspirasi.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...