Life

Perbaiki Pola Tidur, Jauhi Smartphone di Malam Hari Sepekan

Ilustrasi.(sumber;internet)

JAKARTA - Kehadiran smartphone, tablet, dan laptop telah menyebabkan perubahan pada kehidupan kita. Cahaya biru yang dimunculkan dari LED yang dipasang pada perangkat ini telah memunculkan sejumlah masalah kesehatan dan perubahan pada pola kehidupan manusia.

Salah satu masalah yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan sejumlah hal ini adalah peningkatan masalah gangguan tidur, kelelahan, turunnya konsentrasi dan mood yang menjadi buruk pada remaja. Berdasar sebuah penelitian, untuk membalik efek dari hal ini, kamu bisa melakukannya dengan membatasi penggunaan sejumlah perangkat ini walau hanya dalam satu minggu.

Dilansir dari Medical Daily, peneliti menemukan bahwa mereka yang menggunakan smartphone atau laptop lebih dari empat jam sehari mengalami masalah dalam hal tidur ini. Mereka cenderung tidur dan bangun 30 menit lebih lambat dibanding pada orang yang menatap smartphone kurang dari satu jam per hari.

Loading...

"Remaja cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan perangkat elektronik ini dan keluhan terhadap tidur sering dilakukan pada kelompok usia ini," jelas peneliti Dirk Jan Stevens dari Amsterdam UMC hospital di Belanda.

Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa paparan terlalu banyak dari cahaya biru di perangkat ini dapat mempengaruhi waktu kerja dalam otak. Selain itu bagian lain yang dipengaruhi dari hormon tidur melatonin yang menyebabkan gangguan waktu dan kualitas tidur.

Kurangnya tidur tak hanya menyebabkan gejala sementara seperti kelelahan dan turunnya konsentrasi. Hal ini juga bisa meningkatkan risiko dari masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

"Di dini kami menunjukkan bahwa masalah tidur ini bisa sangat mudah dibalik efeknya dengan meminimalisasi penggunaan perangkat di malam hari atau paparan dari cahaya biru. Berdasar data kami, sangat mungkin bahwa masalah tidur remaja dan keterlambatan tidur ini setidaknya disebabkan oleh cahaya biru dari layar," jelas Stenvers.

Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan percobaan terkontrol pada kelompok kecil pengguna smartphone. Percobaan ini bermaksud untuk mengukur efek dari menghalau cahaya biru dengan kacamata dan tidak menggunakan perangkat selama malam hari terhadap pola tidur seseorang.

Baik menghalau cahaya biru dengan kaca mata atau tidak menggunakan perangkat berakibat pada mulai tidur dan bangun 20 menit lebih awal. Berkurangnya gejala kekurangan tidur yang terjadi pada partisipan ini dilaporkan terjadi pada partisipan setelah satu minggu.*



Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...