News

AS Kembalikan Ribuan Artifak yang Diselundupkan ke Irak

Seorang Arkeolog menyaksikan artefak yang akan dikembalikan ke Irak. (sumber;internet)

WASHINGTON – Sekira 3.800 artifak, termasuk sebuah tablet cunneiform yang berasal dari tahun 2.100 sebelum masehi (SM) yang diselundupkan perusahaan Amerika Serikat, Hobby Lobby Inc. dikembalikan kepada pejabat Irak di Washington. Artifak-artifak itu diserahkan oleh pejabat Departemen Penegakan Imigrasi dan Cukai Amerika Serikat (ICE) kepada Duta Besar Irak Fareed Yasseen.

"Kami akan terus bekerja sama untuk mencegah penjarahan barang antik dan memastikan bahwa mereka yang akan mencoba mengambil keuntungan dari kejahatan ini harus bertanggung jawab," kata Direktur Sementara ICE, Thomas Homan sebagaimana dilansir Reuters, Kemarin.

Hobby Lobby, pengecer seni dan kerajinan yang berbasis di Oklahoma, pada Juli telah menyetujui untuk menyerahkan barang antik yang dimilikinya dan membayar USD3 juta untuk menyelesaikan proses perdata yang dibawa oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Jaksa Federal mengatakan, artifak-artifak tersebut masuk ke Amerika Serikat dengan label pengiriman paket dengan keterangan "sampel genteng".

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa perusahaan tersebut telah membeli 5.500 artifak. Hobby Lobby setuju jika mereka mendapatkan atau mengetahui di mana artifak lainnya, perusahaan itu harus melaporkan dan memberikan informasi pada pemerintah.

Presiden Hobby Lobby, Steve Green adalah seorang pendiri Museum Injil yang dibuka di Washington pada 2016. Hobby Lobby mengatakan bahwa artifak-artifak yang disita tidak dimaksudkan untuk dipajang di Museum, tetapi tidak memberikan keterangan mengenai apa rencana mereka terhadap barang-barang itu.

Paket yang diserahkan termasuk tablet dengan skrip cuneiform, salah satu sistem penulisan tertua di Mesopotamia kuno. Banyak tablet berasal dari kota kuno Irisagrig dan berusia dari masa hingga 2100 SM sampai 1600 SM terutama, era yang dikenal sebagai periode Ur III dan Babylonia Tua.

Pejabat departemen kehakiman Amerika Serikat mengatakan, pada 2010, Hobby Lobby pernah melakukan pembelian artifak senilai USD1,6 juta melalui perantara di Uni Emirat Arab dan Israel. Pembelian itu dianggap mencurigakan dan perusahaan tersebut dianggap telah mengabaikan peringatan bahwa barang-barang itu kemungkinan telah dicuri dari Irak.

Ketika perusahaan mengungkapkan penyelesaiannya dengan departemen kehakiman pada Juli, Green mengatakan Hobby Lobby seharusnya secara seksama mempertanyakan bagaimana pembelian itu ditangani.*




Loading...


[Ikuti IDNJurnal.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813-6567-1385
atau email ke alamat : [email protected] / [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan IDNJurnal.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...